Arsip Kategori: The Mocchas!
Ternyata suka duka sering meninggalkan Fatih & Bunda memperoleh sedikit hiburan. Dua minggu lalu, seperti biasa, gue memperoleh kiriman brosur dari Garuda Indonesia untuk para frequent flyers. Iseng-iseng pas ngebuka, ternyata oh ternyata, gue dan Bunda udah entitled untuk terbang ke Perth, v.v.
Oz, we’ll be coming next year
Dalam koper dokumen2 penting gue, terdapat 3 buah foto jadul yang memuat gambar seorang bayi Ponziani yang menulis blog ini. Di bagian belakang dari salah satu foto tersebut tertera tulisan tangan bokap gue yang jelas menunjukkan tanggal dan umur gue ketika foto tersebut dibuat. Gue ngga tau di mana lokasi foto ini, tapi mungkin ngga jauh2 dari wilayah Mampang, Prapanca atau Blok A karena bokap & nyokap tinggal di sana semasa muda dulu. Sebuah foto & tulisan tangan itu gue unggah di bagian bawah ini:
Sejujurnya, ada haru emosi yang menyeruak ketika melihat tulisan tangan bokap di foto itu. Tulisan yang tidak pernah berubah gaya dan bentuknya hingga hari ini, ngga seperti tulisan tangan gue yang masih sempat berevolusi berkali2 sebelum menemukan bentuknya sekarang. Tulisan seseorang yang membesarkan gue sampai hari ini…
Sekitar dua puluh delapan tahun kemudian, bayi di foto itu, a.k.a. gue, memberikan cucu pertama untuk sang penulis tangan. Namanya Fatih, tepatnya Muhammad Fatih Al Hanif
Beberapa saat lamanya tadi malam gue mengaduk2 hard disk komputer untuk mencari foto2 Fatih ketika dia berumur kurang lebih sama dengan gue di foto di atas supaya bisa dibuat perbandingan yang jelas antara gue dan dia. Teknologi digital emang udah sangat memudahkan dan, voila, alhamdulillah gue berhasil mendapatkan dapet beberapa foto yang cukup representatif
Ini adalah Fatih ketika berumur 4 bulan 19 hari.
Kalo yang ini adalah Fatih waktu dia berumur 4 bulan 25 hari
Dan tiga foto di bawah ini adalah ketika dia berumur 5 bulan 8 hari
Well, sekarang Fatih sudah berumur hampir 8 bulan. Mungkin waktunya masih sangat panjang dan gue hanya bisa berdoa untuk keselamatan dan masa depannya. Cukuplah dia berguna untuk agamanya dan itu pun sudah tugas yang amat berat.
Satu pertanyaan terakhir yang harus loe jawab dengan jujur. Bukankah kegantengan gue menurun pada Fatih?








